Pelatihan Manajemen Sidang

Minggu (22 Mei 2011), MPM Poltekkes Bandung mengadakan pelatihan manajemen sidang. Pelatihan tersebut diadakan di Auditorium Gizi, Gunung Batu. Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari BPM Pusat, BEM, BPM Jurusan, Hima dan UKM Pusat. Pelatihan dijadwalkan mulai pukul 07.30 WIB., tapi kenyataannya baru dimulai pukul 09.00 WIB.
Susunan acara terdiri dari pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Quran, sambutan dari ketua pelaksana (Mu’minah Akbar), pemberian materi, simulasi sidang dan penutup.
Materi pelatihan disampaikan oleh Bapak Meiyogi. Beliau lulusan Sekolah Teknik Mesin Negeri. Meskipun belum pernah mengenyam bangku kuliah, beliau ternyata mampu menjadi seorang trainer yang sukses.
Menurut Pak Meiyogi, organisasi sangatlah penting. Zaman globalisasi inilah yang menuntuk kita untuk mempunyai kemampuan berkomunikasi, bekerjasama, percaya diri, bertangggung jawab, dan lain-lain. Hal-hal yang diperlukan agar tidak tersingkir dari zaman tersebut yaitu capital (modal), language (bahasa), networking (jaringan/relasi) dan knowledge (pengetahuan).
Organisasi mempunyai banyak manfaat, apalagi jika kita aktif dalam organisasi tersebut. Manfaatnya adalah dapat mengatur waktu maupun mengatur orang lain, hidup produktif, jaringan luas, populer, dan dekat dengan mahasiswa, dosen, bahkan rektor.
Kemudian, Pak Meiyogi menjelaskan tentang teknik dan manajemen sidang. Manajemen organisasi terdiri dari Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling. Selain itu, dijelaskan juga tentang bentuk-bentuk sidang (sidang pleno dan sidang istimewa) dan sifat persidangan (sidang tertutup dan terbuka).
Setelah penjelasan materi selesai, dilakukan simulasi sidang. Peserta pelatihan dibagi menjadi 5 kelompok. Masing-masing kelompok diberi waktu untuk memikirkan sebuah permasalahan dalam kampus Poltekkes Bandung. Masalah yang terpilih oleh panitia acara pelatihan manajemen sidang akan dibahas dalam sidang dan salah seorang anggota kelompok tersebut berhak menjadi Presidium 1. Simulasi sidang berlangsung baik, walaupun masih banyak kekurangan yang terjadi. Baik dari segi penguasaan masalah yang dibahas dan juga teknis-teknis sidang.
“Ini kali pertama saya menjadi ketua pelaksana. Ternyata tangggung jawabnya sangatlah besar. Tidak semudah yang kita pikir, dari mulai mengatur persiapan acara sampai kesibukan kuliah yang berbeda dari panitianya. Apalagi banyak kendala saat sudah mendekati hari H. Ribet banget! Tapi, alhamdulillah acaranya berjalan lancar.” Komentar Mu’minah tentang kesan-kesan menjadi ketua pelaksana.
Acara pelatihan ini pun berakhir pada pukul 15.15. Walaupun waktu tidak sesuai dengan rencana, namun pelatihan ini tetap dapat berjalan dengan lancar. Materi yang disampaikan pun sangat menarik dan bermanfaat. Semoga acara selanjutnya dapat lebih baik lagi. Amin. (Anggi S.J/Steril)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s