Perjalanan Poltekkes Bandung (Bagian 3 – selesai)

Melebihi harapan pelanggan.
Yang dimaksud dengan kepuasan pelanggan ialah persepsi pelanggan tentang derajat pemenuhan persyaratan pelanggan. Pelayanan yang telah diberikan oleh Poltekkes Bandung kepada pelanggannya, antara lain sebagai berikut:

Pelayanan Terhadap Pelanggan Eksternal Primer (Mahasiswa):
a. Pelayanan berupa technical quality of the outcome yang telah diberikan kepada mahasiswa berupa peningkatan kompetensi mahasiswa setelah mengikuti pendidikan. Hal ini dapat dilihat dan indicator penyerapan lulusan, waktu tunggu lulusan dan performance kerja lulusan. Dan tahun 2002 sampai saat ini Poltekkes Bandung telah meluluskan 5630 lulusan dan 6 jurusan yang ada.

Penyerapan dan Waktu Tunggu Lulusan
Penyerapan lulusan dan waktu tunggu lulusan Poltekkes Bandung setiap jurusan berbeda, yaitu sebagai berikut : Jurusan Kebidanan dan Analis Kesehatan penyerapan lulusan rata rata mencapai 100 % dengan waktu tunggu rata-rata kurang dan 6 bulan; Jurusan Keperawatan penyerapan lulusan rata-rata 96,3% dengan waktu tunggu rata-rata kurang dan 6 bulan; Jurusan Gizi penyerapan lulusan rata-rata mencapai 74,1% dengan waktu tunggu lebih dan 6 bulan; Jurusan Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Gigi penyerapan lulusan rata rata 65% dengan waktu tunggu lebih dan 6 bulan.

Tempat lulusan Poltekkes Bandung
Berdasarkan hasil penelusuran lulusan tahun 2003 sampai dengan 2005, rata rata 51,8% lulusan bekerja di rumah sakit, lulusan yang bekerja di dinas kesehatan/ puskesmas rata-rata sebanyak 17,3%, lulusan yang bekerja di swasta rata-rata 10,1%, lulusan yang bekerja di bidang pendidikan rata-rata 0,6% dan rata-rata yang bekerja sebagai wiraswasta 7,4%.

Performance Kerja Lulusan
Bendasarkan penilaian user terhadap kinerja lulusan Poltekkes Bandung, pada aspek penerimaan tugas menyatakan 91,5% baik dan 8,5% kurang baik; aspek pelaksanaan tugas menyatakan 86,7% baik dan 13,3% kurang baik; pada penyelesaian tugas user menyatakan 60,2% baik, 32,3% cukup baik dan 7,5% kurang baik. Secara umum, pelayanan kepada lulusan berupa promosi lulusan melalui informasi lulusan di Internet, penelitian penelusuran lulusan, pencatatan data lulusan, fasilitasi informasi tentang lowongan pekerjaan, fasilitasi izin praktek dan fasilitas penyiapan uji kompetensi.

b. Pelayanan functional quality of the process (how)
yang diberikan kepada mahasiswa ialah sebagai berikut: Dalam proses pendidikan, Poltekkes Bandung mengacu pada konsep Competency Based Education (CBE) dan focus terhadap kepuasan pelanggan (mahasiswa). Hal ini dilakukan mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajarannya Dalam perencanaan pembelajaran, telah tersedia 100 % silabus dan 98% SAP berbasis kompetensi. Pendidikan dosen, 53% D4, S1 dan 37% S2. Jabatan fungsional dosen 38% Asisten Ahli 27% Lektor dan 10% Lektor kepala. 53% dosen mempunyai pengalaman mengajar lebih dari 10 thn. Dalam pelaksanaan pembelajaran, rasio dosen mahasiswa adalah 147 : 3569 = 1:10. Untuk kegiatan praktek seperti di kebidanan rasio pembimbing : mahasiswa adalah 1 : 1-2. Pelaksanaan pembelajaran diupayakan dengan kelas kecil yaitu jumlah mahasiswa 25-30 per kelas. Dan 87 ruang kelas yang ada di Poltekkes Bandung, 64% kelas sudah dilengkapi LCD. Pengajanan dilakukan dengan menggunakan multimedia dan multimetoda serta pembelajaran dengan menerapkan konsep CTL (Contextual Teaching and Learning) sebagai implementasi kurikulum berbasis kompetensi. Praktikum dilakukan dengan pendekatan individual untuk tercapainya kompetensi dan dilengkapi dengan fasilitas yang memadai. Prosentase kehadiran minimal 16X mencapai 92,8%, pencapaian materi 99%. Setiap mahasiswa didampingi oleh seorang pembimbing akademik. Dari hasil evaluasi pembelajaran, rata-rata kelulusan per semester mencapai 99%. Bagi Mahasiswa yang berprestasi diberi penghargaan berupa beasiswa. Rata-rata 69 mahasiswa setiap tahun yang mendapatkan beasiswa. Rata-rata IPK tertinggi lulusan dari 2002 sampai 2006 ialah 4,43. Setiap akhir semester dilakukan evaluasi dosen dan mahasiswa dan juga penelitian secara kohort tentang kepuasan mahasiswa terhadap pelayanan Poltekkes Bandung. Dari penelitian yang dilakukan dari tahun 2003 sampai 2006, didapatkan hasil penelitian rata-rata antara lain sebagai berikut : 94,0% dosen telah menjelaskan silabus, 95,9% pokok bahasan sesuai dengan silabus, 84,2% dosen mengembalikan kertas kerja mahasiswa, 81,3% dosen mengajar sesuai IPTEK, 83,3% dosen berperan sebagai fasilitator, 76,8% dosen menciptakan suasana kondusif.

Untuk mendukung pembelajaran, disediakan fasilitas perpustakaan dengan jumlah buku 46228 buah, pelayanannya menggunakan system barcode. Untuk praktikum kedokteran dasar, distandarisasi dan difasilitasi dengan menyediakan Laboratoriun terpadu dengan standar setara dengan ISO 17025 dan ISO 1589 Untuk mendukung praktek kerja lapangan, tersedia klinik reproduksi dan klinik promotive preventive Poltekkes Bandung Laboratorium Analis Kesehatan sedang dikembangkan untuk Tempat Uji Kompetensi (TUK) dan persiapan pemanfaatan sebagai Lembaga Diklat Profesi (LDP). Fasilitas lain yang tersedia adalah laboratorium bahasa dan laboratorium komputer dengan palayanan internet gratis. Tersedia juga asrama dengan kapasitas keseluruhan 840 mahasiswa. Sebagai penjaminan mutu kepada mahasiswa dan pelanggan lainnya, Poltekkes Bandung mengembangkan sistem penjaminan mutu mengacu pada SMM ISO 9001: 2000. Untuk peningkatan pelayanan kepada mahasiswa, dilakukan pengembangan program Poltekkes Bandung dengan penyelenggaraan kelas unggulan DIII Keperawatan bertaraf internasional, D IV Bidan Pendidik. Yang Segera diselenggarakan ialah D IV Gizi, D IV Analis Kesehatan dan DIV Kesehatan Gigi dan double degree.

Pelayanan Poltekkes Bandung Terhadap Pelanggaran Eksternal Sekunder (Masyarakat)
Pelayanan yang telah dibenikan Poltekkes Bandung kepada masyarakat meliputi kegiatan dengan cakupan secara nasional, regional maupun di wilayah Bandung sendiri, antara lain: mernberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat umum termasuk kepada keluarga miskin, di klinik reproduksi dan klinik promotive preventif. Pada saat tertentu seperti Dies, pelayanan kesehatan diberikan secara gratis; melakukan pelayanan kesehatan oleh dosen dan mahasiswa kepada korban pasca tsunami di Aceh dan Pangandaran, korban gempa bumi d Yogya, korban longsor di Cimahi dan Garut, korban banjir di Bandung dan korban KLB demam berdarah di Bandung; Memberikan pelayanan kepada institusi lain berupa tempat benchmarking lebih dan 30 institusi baik dalam maupun luar negeri; mengembangkan model bimbingan praktek klinik bagi DIII Kebidanaan seluruh Indonesia, kerjasama dengan Maternal & Neonatal Health (MNH), dan tahun 2002 sampai 2005 mengembangkan model bimbingan praktek klinik bagi DIII Kebidanan seluruh Indonesia, bekerja sama dengan JHIPIEGO dan tahun 2005 sampai sekarang; melatih pembimbing lahan praktek dan Dosen dalam model bimbingan klinik se Indonesia, dari tahun 2002 sampai sekarang; membantu korban bencana tsunami di Nangro Aceh Darusalam dengan menyelenggarakan bimbingan praktek bagi mahasiswa tingkat III jurusan kebidanan AKBIB Muhammadiyah, Poltekkes Banda Aceh dan Lhokseumawe; mendidik 19 orang putra daerah dari keluarga dukun sebagai calon bidandi desa terpencil di Jawa Barat dengan biaya Ford Foundation (YPKP) tahun 2004 sampai dengan 2007; mendidik 30 orang putra daerah sebagai calon bidan di desa tertinggal wilayah Cianjur Selatan tahun 2005 sampai dengan 2008; mendidik 40 orang dari Propinsi Papua untuk menjadi DIV Bidan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s