MSPMI Gizi Bandung

MSPMI Gizi merupakan praktek yang dilakukan semua mahasiswa Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung Jurusan Gizi pada semester 5 ( tingkat III ). Banyak hal yang menarik yang dapat dilihat dalam praktek MPSPMI ini diantaranya dekorasi ruangan kantin Gizi yang jadi lebih menarik, pakaian yang digunakan kakak tingkat yang unik, menu makanan yang berbeda serta souvenir yang telah disiapkan tentunya dengan konsep yang telah mereka persiapakan selama satu semester lamanya serta
Praktek MSPMI Gizi ini berelangsung selama empat hari berturut-turut yang juga diadakan oleh empat kelompok yang berbeda dan tentunya dengan tema yang berbeda pula. Hari pertama dilaksanakan MPSPMI ini padaSenin (03/01/2010 )dengan konsep bergaya Jepang dari semua dekorasi dan menu hingga pada lagu yang mengalun pun tak lepas dari sentuhan Jepang bahkan souvenir yang kita dapatkan pun berupa gantungan boneka penangkal hujan ala negeri Sakura terebut.
Hari ke dua tema yang diusung adalah romantic glam, dengan tata ruang memukau terdapat bongkahan es yang cukup besar berbentuk hati yang menjadi pusat ruangan selain itu tata dekor yang dapat kita lihat pun benar-benar kreatif seperti bunga yang mereka buat dari bekas keresek beraneka warna. Summer Time merupakan tema pada hari ke tiga, pada hari ke tiga ini suasana ruangan dibuat sebagaimana suasan a taman rekreasi yang indah dengan karpet sebagai pengganti meja dan kursi, pagar-pagar yang terbuat dari sterofoam,dll. Hari terakhir kita dibawa ke dalam suasan Timur Tengah yang begitu kental dengan dekorasi ruang yang serasi tentunya dengan souvenir berupa gantungan handphone unik buatan tangan.
“ Persiapan ini dilakukan selama satu semester dan yang harus diserahkan pertama yaitu berupa proposal yang akan dilanjutkan dengan presentasi di kelas. Presentasi tersebut mengenai organigram, job deskripsi, pemilihan menu, kalori, standar resep, alat dan bahan yang dibutuhkan selama produksi. Penilaian yang dilakukan oleh Tim Dosen meliputi rasa, gizi, sanitasi, harga, waktu, serta jumlah.” tutur Ibu Nelly sebagai dosen penilai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s