Seminar Satgas : Refreshing Kader Satuan Tugas Penanggulangan Bencana dan Wabah Penyakit

 

“Tolooong-tolooong!!” Begitu para korban berteriak ketika sebuah bencana terjadi. Indonesia memang menjadi lokasi rawan bencana. Tidak ada satupun daerah yang dijamin aman bebas bencana, karena Indonesia memiliki gunung berapi aktif terbanyak di dunia, seperti yang baru-baru ini terjadi pada gunung Merapi di Yogyakarta. Pada hari Minggu 21 November 2010 pukul 08.00-19.30 WIB Satuan Tugas Poltekkes Kemenkes Bandung mengadakan seminar dengan judul “Refreshing Kader Satuan Tugas Penanggulangan Bencana dan Wabah Penyakit”. Bertempat di Aula atas Kebidanan Bandung dengan agenda seminar 5 materi, simulasi, dan pemilihan ketua Satgas periode 2010-2011. Seminar yang dihadiri oleh 151 peserta yang berasal dari Keperawatan Bandung sebanyak 93 orang, Kebidanan Bandung 6 Orang, Kesehatan Gigi 5 orang, Gizi 11 orang, Keperawatan Tanggerang 30 orang, Kebidanan Rangkasbitung 3 orang, dan peninjau dari STIKES Bakti Kencana 1 orang, berlangsung meriah dengan para peserta yang sangat antusias terhadap materi yang diberikan.

Materi tentang penanggulangan bencana ini sangat penting bagi kita. Sebenarnya setiap warga negara perlu untuk mengetahui tindakan pertama saat mengatasi bencana atau saat menolong korban bencana agar tidak terjadi kesalahan karena bencana bisa terjadi kapan saja, pada siapapun, dan dimanapun kita berada dan kita harus siap menghadapi segala kemungkinan yang ada. Oleh karena itu pemateri yang dihadirkan dalam acara ini adalah orang-orang yang benar-benar mumpuni dalam bidang tanggap bencana. Terdapat 5 orang pemateri diantaranya Ian Abdurahman Amd. Kep yang  merupakan alumni Satuan Tugas (Satgas) Poltekkes Kemenkes Bandung dan sekarang bekerja sebagai perawat UGD rumah sakit Sentosa, Haris Sofiana yang merupakan Pembina Satgas, Purwo Suwignjo S.Kep.,Ners.,M.Kep.,Sp.Med yang bekerja di rumah sakit Hasan Sadikin Bandung sebagai perawat UGD, Tarjuman S.Kep.,MNS yang bekerja sebagai dosen pengajar Keperawatan Bandung dan 1 lagi yang tak kalah pentingnya yaitu tim PMI kota Bandung yang ikut berpartisipasi. Memberikan materi mengenai bantuan hidup dasar pada dewasa, anak dan bayi yang menjelaskan tentang bagaimana tindakan penyelamatan pada korban bencana atau serangan penyakit mendadak. Karena kebanyakan korban meninggal sebelum sempat mendapat pertolongan dari rumah sakit. Hal ini berarti penanganan pertama pada korban yang harus diperbaiki agar tidak salah menangani korban yang benar-benar membutuhkan bantuan hidup. Selain itu diberikan pula materi tentang integrasi waspada bencana dengan kompetensi mahasiswa, peran mahasiswa dan institusi kesehatan dalam penanganan bencana dan wabah penyakit, teknik penanganan trauma fisik pada korban bencana alam dan teknik evakuasi dan transportasi yang aman bagi penderita gawat darurat korban bencana. Untuk lebih mengerti lagi, peserta diajak melakukan simulasi penyelamatan korban bencana pada ruangan sempit, korban bencana yang mengalami fraktur, korban bencana tak sadarkan diri yang harus di evakuasi melewati lorong sempit, cara membuat tandu dan cara memasang perban. Semua dikupas tuntas dalam seminar Satgas yang ketua pelaksananya adalah Dison Hasmaranda, mahasiswa Keperawatan Bandung.

Seminar yang merupakan agenda tahunan dari Satgas ini bertujuan merekrut kader aktif yang siap berkorban demi masyarakat Indonesia. “Loyalitas, Profesional, Manusiawi” begitu teriakan lantang Dison Hasmaranda yang menandakan semangat untuk terus membuat para kader baru itu tergugah hatinya agar memiliki empati yang tinggi terhadap sesamanya. Satgas memang bukan sebuah organisasi resmi, tetapi kepengurusannya telah mendapatkan S.K. “Satgas berada dibawah pudir III yang merupakan badan semi otonom yang mengatur keuangannya sendiri.  Satgas sendiri berdiri pada tahun 2006 bersamaan dengan adanya bencana tsunami di Aceh”, jelas Bambang Sutrisno yang merupakan salah satu tim relawan Satgas ketika diwawancarai. Tetapi keluarnya SK kepengurusan baru pada tahun 2009 diketuai oleh Febrianti Hasbaningsih, mahasiswi Keperawatan Bandung. “Semoga dengan adanya kader-kader baru ini, akan ada kader aktif dan kepengurusan agar Satgas bisa menjadi sebuah organisasi resmi dengan kepengurusan yang terstruktur dan tersusun rapi”, ujar Dison ketika diwawancarai di tengah kesibukannya. Kegiatan yang telah diadakan oleh Satgas yaitu pelatihan-pelatihan penanganan korban bencana, penurunan relawan ke Pangalengan sekitar 30 orang, penggalangan dana untuk bencana Mentawai, Merapi dan Wasior.

Pembentukan kader baru ini disertai pula dengan pemilihan ketua Satgas periode 2010-2011 menggantikan Febrianti Hasbaningsih periode 2009-2010. Pada pukul 17.30 WIB diadakan pemilihan ketua Satgas dengan calon sebagai berikut: Dison Hasmaranda (Keperawatan Bandung, wakil dari kepengurusan Satgas 2008-2010), Rafi Merdiana (Keperawatan Bandung), Bayu (Keperawatan Tanggerang), Ika (Kebidanan Bandung), Atik (Kebidanan Rangkasbitung), dan Nasa (Kesehatan Lingkungan). Calon ketua sebelumnya menyampaikan visi dan misi lalu dipilih oleh peserta yang masih hadir pada saat itu sebanyak 139 suara dengan perolehan sebagai berikiut: Dison mendapat 51 suara, Rafi mendapat 57 suara, Bayu 27 suara, Ika tidak mendapatkan suara, Atik mendapat 3 suara dan Nasa tidak mendapatkan suara serta 1 suara dinyatakan tidak sah. Sehingga terpilihlah Rafi (Keperawatan Bandung) sebagai Ketua Satgas periode 2010-2011.

4 thoughts on “Seminar Satgas : Refreshing Kader Satuan Tugas Penanggulangan Bencana dan Wabah Penyakit

  1. nina says:

    alhamdulillah yang terpilih adalah rafi mardiana…
    semoga lebih baik dari tahun kemaren dan tidak selalu mengandalkan anka keperawatan saja
    rangkul kader lain di seluruj jurusan

    • Rafi Mardiana says:

      Perhatian!!! banyak yang bilang seolah-olah hanya keperawatan saja padahal kenyataannya Satgas PB & WP inimilik Poltekkes Kemenkes Bandung, so semua punya hak berpartisipasi. semua informasi bukanya kami tidak memberitahu karena kami selalu kirim Surat Resmi ke tiap Jurusan selain itu kami juga publish di FB, Twitter, Jarkom, Blog dan lain-lain…jgn terlalu memojokan anak Keperawatan yg tingkat partisipasinya lebih dr yg lain. kalau tman2 yg lain tdk mau spt dikesampingkan BUKTIKAN bahwa tman2 pantas jd seorang KADER SATGAS PB & WP POLTEKKES KEMENKES BANDUNG, terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s